✔ Emisi Thermionic Tabung Hampa (Vacuum Tube)
Emisi Thermionic Tabung Hampa (Vacuum Tube) Pada emisi thermionic ini, energi luar yang masuk ke materi yaitu dalam bentuk energi panas. Oleh elektron energi panas ini diubah menjadi energi kinetik. Semakin besar panas yang diterima oleh
bahan maka akan semakin besar pula kenaikan energi kinetik yang terjadi pada elektron, dengan semakin besarnya kenaikan energi kinetik dari elektron maka gerakan elektron menjadi semakin cepat dan semakin tidak menentu. Pada situasi inilah akan terdapat elektron yang pada ahirnya terlepas keluar melalui permukaan bahan. Keadaan tersebut disebut sebagai proses emisi thermionic. Pada proses emisi thermionic dan juga pada proses emisi lainnya, materi yang dipakai sebagai asal ataupun sumber elektron disebut sebagai “emiter” atau lebih sering disebut “katoda” (cathode), sedangkan materi yang mendapatkan elektron disebut sebagai anoda. Dalam konteks tabung hampa (vacuum tube) anoda lebih sering disebut sebagai “plate”. Dalam proses emisi thermionik dikenal dua macam jenis katoda yaitu : Katoda panas eksklusif (Direct Heated Cathode, disingkat DHC) Katoda panas tak eksklusif (Indirect Heated Cathode, disingkat IHC)
Pada gambar Direct Heated Cathode, disingkat DHC diatas sanggup dilihat struktur yang disederhanakan dan juga simbol dari DHC, pada katoda jenis ini katoda selain sebagai sumber elektron juga dialiri oleh arus heater (pemanas). Gambar Indirect Heated Cathode
Struktur yang disederhanakan dan juga simbol dari Indirect Heated Cathode (IHC) sanggup dilihat pada diatas. Katoda jenis ini tidak dialiri eksklusif oleh arus heater, panas yang diharapkan untuk memanasi katoda dihasilkan oleh heater element (elemen pemanas) dan panas ini dialirkan secara konduksi dari heater elemen ke katoda dengan perantaraan insulasi listrik, yaitu materi yang baik dalam menghantarkan panas tetapi tidak mengalirkan arus listrik. Pada proses emisi thermionik materi yang akan dipakai sebagai katoda harus mempunyai sifat sifat yang memadai untuk berperan dalam proses yaitu : Memiliki fungsi kerja yang rendah, dengan fungsi kerja yang rendah maka energi yang diharapkan untuk menarik elektron menjadi lebih kecil sehingga proses emisi lebih gampang terjadi. Memiliki titik lebur (melting point) yang tinggi. Pada proses emisi thermionic katoda harus dipanaskan pada suhu yang cukup tinggi untuk memungkinkan terjadinya lompatan elektron, dan suhu ini sanggup mencapaai 1500 derajat celcius. Memiliki ketahanan mekanik (mechanical strenght) yang tinggi Pada ketika terjadinya emisi maka terjadi pula lompatan ion faktual dari plate menuju ke katoda. Lompatan ion faktual tersebut oleh katoda akan dirasakan sebagai benturan, sehingga semoga supaya katoda tidak mengalami deformasi maka materi dari katoda harus mempunyai mechanical strenght yang tinggi.
Belum ada Komentar untuk "✔ Emisi Thermionic Tabung Hampa (Vacuum Tube)"
Posting Komentar